KAJIAN RITUAL PETIK LAUT DESA GEDUGAN DAN DESA GALIS

KAJIAN RITUAL PETIK LAUT
DESA GEDUGAN DAN DESA GALIS

OLEH :
AFIKA SARI
SRI ASTUTI A.
DEWI AMINAH
SITI FATIMA
DEWI KARIMA
MADRASAH ALIYAH AN-NUR
SUMBER GEDUGAN GILIGENTING
2015

BAB I
PENDAHULUAN

I.1 LATAR BELAKANG
Pengertian budaya dalam kamus Besar Bahasa Indonesia di artikan sebagai pikiran akal budi atau adat -istiadat. Secara tata bahasa, pengetian kebudayaan di turunkan dari kata budaya yang cenderung menunjukkan pada pola piker manusia. Kebudayaan sendiri di artikan sebagai segala hal yang berkaitan dengan akal atau pikiran manusia, sehingga dapat menunjuk pola pikir, perilaku serta karya fisik sekelompok manusia.
Bagi masyarakat pesisir sikap hidup dasar masyarakat tersebut adalah memiliki atau menganggap bahwa laut merupakan sumber daya untuk kelangsungan, pertumbuhan dan kesejahteraan masyarakat.


Melalui latar belakang budaya yang di miliki masyarakat pesisir muncul suatu tradisi untuk menghormati sumber daya laut. Tradisi tersebut lazimnya di wujudkan melalui Ritual yang bertujuan untuk mengucapkan rasa syukur karena alam melalui sumber daya laut telah memberikan kelangsungan kehidupan serta rezeki.
Tradisi itu sudah lama melekat khususnya pada masyarakat desa Gedugan dan Galis. Hal tersebut dikarenakan masyarakat terdahulu masih pecaya dengan kekuatan animisme dan dinamisme yang merupakan bagian dari tradisi local.
Berdasarkan uraian di atas penulis dalam karya ilmiah ini mencoba mengkaji tentang Ritual Petik Laut Di Desa Gedugan Dan Desa Galis yang sudah menjadi warisan turun-temurun di masyrakat.
I.2 RUMUSAN MASALAH

Rumusan masalah dalam karya ilmiah sebagai berikut:
1) Apa yang melatar belakangi di adakannya Petik Laut di desa Gedugan dan desa Galis.
2) Bagaimana pelaksanaan Petik Laut di desa Gedugan?
3) Bagaimana pelaksanaan Petik Laut di desa Galis?

I.3 TUJUAN
Berdasarkan rumusan masalah di atas tujuan yang ingin di capai adalah:
1) Untuk mengetahui yang melatar belakangi diadakannya Petik Laut di desa Gedugan dan desa Galis.
2) Untuk mengetahui pelaksanaan Petik Laut di desa Gedugan.
3) Untuk mengetahui pelaksanaan Petik Laut di desa Galis.

I.4 MANFAAT
Berdasarkan tujuan diatas maka manfaatnya adalah:
1) Mengetahui yang melatar belakangi diadakannya Petik Laut di desa Gedugan dan desa Galis.
2) Mengetahui pelaksanaan Petik Laut di desa Gedugan.
3) Mengetahui pelaksanaan Petik Laut di desa Galis.

BAB II
METODOLOGI PENELITIAN

Dalam karya ilmiah ini metodologi yang digunakan adalah metode observasi dan wawancara. Metode observasi merupakan aktifitas yang dilakukan makhluk cerdas, terhadap suatu proses atau objek dengan maksud merasakan dan kemudian memahami pengetahuan dari seebuah fenomena berdasarkan pengetahuan dan gagasan yang sudah di ketahui sebelumnya untuk mendapatkan informasi-informasi yang di butuhkan untuk melanjutkan suatu penelitian. Sebagai karya ilmiah observasi biasa di artikan sebagai pengamatan dan pencatatan fenomena-fenomena yang di selidiki secara sistematik.
Menurut para ahli, pengertian observasi yaitu:
a. Nawawi dan Martini
Observasi adalah pengamatandan juga pencatatan sistematik atas unsur-unsur yang muncul dalam suatu objek penelitian.
b. Prof. Hery
Observasi adalah studi yang dilakukan secara sengaja dan sistemais, terarah dan terencana pada tujuan tertentu dengan mengmati dan mencatat fenomena-fenomena yang terjadi dalam suatu kelompok orang dengan mengacu pada syarat-syarat dan aturan penelitian ilmiah.

Wawancara adalah tanya jawab antara dua pihak, yaitu pewawancara dan narasumber untuk memperoleh data, keterangan atau pendapat tentang suatu hal. Sedangkan menurut para ahli, wawancara yaitu:
a. Charles stewart dan W.B. Cash mendefinisikannya sebagai sebuah proses komunikasi berpasangan dengan suatu tujuan yang serius dan telah di tetapkan sebelumnya yang dirancang untuk bertukar perilaku dan melibatkan tanya jawab.
b. Robert kahn dan Charles channel mendefinisikan wawancara sebagai suatu pola yang dikhususkan dari interaksi verbal, yang diprakarsai untuk suatu tujuan tertentu, dan difokuskan pada sejumlah bidang kandungan tertentu, dengan proses eliminasi materi yang ada kaitannya secara berkelanjutan.
c. Nazir mendefinisikan wawancara adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka antara sipenanya atau pewawancara dengan penjawab atau responden dengan menggunakan alat yang dinamakan interview guide (panduan wawancara).

BAB III
KAJIAN PUSTAKA

A. Penertian kajian

Pengertian kajian adalah kata yang perlu ditelaah lebih jauh lagi maknanya karena tidak bias langsung di pahami oleh semua orang.

B. Pengertian ritual

Ritual adalah teknik (cara, metode) membuat suatu adat kebiasaan menjadi suci. Pengertian ritual menurut Koentjaraningrat, ritual merupakan suatu perwujudan dari religi atau agama yang memerlukan study dan analis yang khusus, dan dalam hal upacara keagamaan itu tetap ada, tetapi memiliki latar belakang, keyakinian, maksud atau doktrin yang berubah.

C. Pengertian Petik Laut

Menurut artu Harfiah “Petik” berarti ambil, pungut atau peroleh. “Petik Laut” berarti memetik, mengambil, memungut atau memperoleh hasil laut berupa ikan yang mampu menghidupi nelayan. Jadi pengertian Petik Laut adalah sebuah upacara adat atau ritual sebagai rasa syukur kepada tuhan, dan untuk memohon berkah rezeki dan keselamatan yang dilakukan para nelayan.

BAB IV
PEMBAHASAN
4.1 Latar belakang diadakannya Petik Laut didesa Gedugan dan desa Galis.
Sebagai kebudayaan dan juga menjadi tradisi di pulau Giligenting, Petik Laut adalah salah satu kebudayaan yang paling menonjol di pulau Giligenting dan di adakan secara turun temurun dari nenek moyang hingga saat ini masih dilaksanakan sejak lama dari tahun ketahun.
Masyarakat pulau Giligenting umumnya mengadakan acara ritual Petik Laut salah satunya yaitu masyarakat di desa Gedugan. Menurut salah satu warga asli masyarakat desa Gedugan, yaitu Bapak Salim sebagai salah satu nelayan dari kelompok nelayan Sumber Laut, belia mengatakan bahwa tujuan diadakannya Ritual petik laut tersebut adalah untuk kemajuan dan kerukunan kelompok-kelompok nelayan yang ada di daerah pesisir dan pulau giligenting pada umumnya, dan untuk keselamatan para nelayan agar pada saat memancing di laut nantinya tidak terjadi bahaya apapun. Selain itu juga untuk meningkatkan hasil para nelayan di daerah gedugan pada khususnya.
Selain di desa Gedugan, masyarakat di desa Galis juga mengadakan Ritual Petik Laut. Menurut Bapak Abu Bakar yang merupakan salah satu warga desa Galis tersebut mengatakan bahwa Tujuan diadakannya Ritual Petik Laut ini adalah untuk keselamatan para nelayan. Serta ada juga warga desa Galis, Bapak Amsan juga berkata mengenai tujuan di adakannya Petik Laut ini supaya Rezeki yang dilimpahkan Tuhan semakin bertambah.
4.2 Pelaksanaan Petik Laut di desa Gedugan
Pelaksanaan Petik laut di Pulau Giligenting umumnya di adakan karena adanya persetujuan kelompok-kelompok para nelayan yang ada di tiap-tiap desa, termasuk di desa gedugan sendiri.
Kepala desa Gedugan, Bapak Rusnan, membentuk kelompok nelayan-nelayan untuk mengadakan kas (simpanan) yang berbentuk arisan untuk di setiap minggunya, dari kas (simpanan) tersebut digunakan untuk dana keperluan pelaksanaan acara Ritual Petik Laut nantinya.
Acara petik laut di desa Gedugan di selenggarakan selama tiga hari tiga malam. Di hari pertama para nelayan menghias perahunya masing-masing, dari setiap nelayan yang ada mereka menyewa hiasan untuk menghiasi perahunya masing-masing. Keesokan harinya perahu-perhau yang telah di hias dilombakan dengan cara mengelilingi pulau Giligenting dan pada saat perahu tersebut berkeliling, saat itu juga di lakukan penilaian dengan cara melihat dari hiasan yang paling bagus dan indah. Tak lupa juga waktu sudah ada di tengah laut mereka bersama-sama menghanyutkan perahu kecil yang didalamnya berisi nasi tumpeng dan lain-lain.
Untuk melepas lelah yang ada karena dari jam 09.00 pagi hingga jam 02.00 siang telah berkeliling pulau Giligenting maka pada malam harinya di adakan pertunjukan tari, pada malam kedua ada penyerahan hadiah bagi para nelayan yang memenangkan lomba menghias perahu. Setelah itu ada pertunjukan Ludruk (ketoprak). dan di malam terakhir ada penyerahan hadiah kepada peserta yang memenangkan lomba tari-tarian, setelah itu ada siraman rohani (Ceramah Agama) dari Kyai yang diundang untuk menjadi penceramah di acara pengajian tersebut.
Hadiah-hadih yang diberikan itu, untuk yang memenangkan juara satu menerima hadiah televisi, sedangkan yang untuk juara dua mendapatkan hadiah mejikom dan bagi peserta yang tidak mendapatkan juara tetap menerima hadiah semacam sarung dan lain-lain.
Hadiah-hadiah itu di dapat dari dana yang terkumpul, dana tersebut hasil dari arisan perminggu atau kas kelompok dan juga ada bantuan dana dari luar misalnya dari PT. SANTOS dan masyarakat sekitar. Semua dana yang di perlukan untuk acara Ritual Petik Laut berkisar Rp. 20.000.000 ke atas.
Hasil dari tangkapan ikan para nelayan biasanya di jual lansung kepasar-pasar, seperti pasar tangsi dan pasar Dang-dang, selain di jual ke pasar biasanya juga di ekspor ke tanjung dan pasar sumenep. Pendapatan dari hasil penjualan ikan biasanya di atas Rp. 700.000 ke atas, tetapi jika hasil tangkapan ikannya sedikit maka hasilnya dibawah Rp.700.000.
Setelah semua acara selesai para nelayan mengadakan undangan untuk selamatan.
4.3 Pelaksanaan Petik Laut di desa Galis
Di awal telah dijelaskan tentang pelaksanaan Petik Laut di desa Gedugan, sekarang akan dijelaskan acara Ritual petik laut di desa Galis.
Dari salah satu penduduk desa Galis yang bernama Bapak Abu bakar mengatakan bahwa acara petik laut yang di lakukan di desa Galis memang sudah menjadi warisan turun-temurun dari nenek moyang.
Dahulu acara Ritual petik laut tersebut sama halnya dengan di desa Gedugan, tetapi sekarang acaranya sederhana hanya untuk sekedar selamatan. Namun, meskipun acara yang di laksanakan sangat sederhana tapi tetap di adakan setiap tahunnya. Acara tersebut di laksanakan sangat sederhana di karenakan biaya tidakmencukupi untuk mengadakan acara petik laut yang besar-besaran. Selain itu juga, yang mempunyai perahu besar hanya Bapak Abu Bakar sedangkan yang lain hanya mempunyai perahu kecil, juga ada yang tidak mempunyai perahu kecil dan juga banyak yang berhenti menjadi nelayan karena telah lanjut usia dan banyak yang merantau ke Jakarta.
Dana yang didapat hasil dari sumbangan para nelayan dan biaya yang dikeluarkan sekitar Rp. 3.000.000. ada juga Bapak Amsan yang mengatakan bahwa petik laut di adakan karena penghasilan didesa Galis pendapatannya kurang dan tujuannya adalah supaya penghasilan dan rezeki makin bertambah.
Persiapan menjelang petik laut yaitu para ibu-ibu berkumpul dan memasak di tepi pantai dan setelah itu ada acara undangan yang dilakukan oleh para nelayan-nelayan yang ada di desa Galis, dan setelah itu mereka menghanyutkan wadah yang terbuat dari batang pisang, wadah itu berisi sesajen seperti nasi tumpeng, kembang tujuh rupa, buah-buahan, telur, sisir, kaca, bedak, lifstick, ulekan, wadah untuk menanak nasi dan lain-lain.
Hasil tangkapan para nelayan yang ada di desa Galis, dijual kepasar tangsi ada juga yang dijual ke pasar dang-dang. Penghasilannya sehari-hari paling sedikit Rp.15.000 dan paling banyak di atas Rp.15.000.

BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
1) Ritual Petik Laut adalah salah satu bentuk budaya di desa Gedugan dan desa Galis.
2) Wujud gagasan dari ritual Peti Laut adalah adanya perlombaan perahu hias, tari-tarian, pertunjukan Ludruk, dan pengajian.
3) Wujud artefak dari ritual petik laut adalah dengan dibuatnya sesajati yang berisi berbagai barang dan makanan serta di buatnya perahu kecil.
4) Wujud gagasan dari ritual petik laut adalah adanya pemikiran atau ide.

5.2 Saran
Perlu adanya pelestarian Ritual petik laut karena ritual ini merupakan salah satu bentuk budaya lokal Indonesia.

DAFTAR PUSTAKA

Tarmudi.2012. http//www.tarmudi.com/pengertian_observasi.html
Fachru,jhoe,2012. http//www.jhoefachru.com/pengertian_wawancara.html

LAMPIRAN

1. Nama : Salim
Alamat : Aenggedang
Pekerjaan : Nelayan

2. Nama : Abu Bakar
Alamat : Galis timur
Pekerjaan : Nelayan

3. Nama : Amsan
Alamat : Galis Barat
Pekerjaan : Nelayan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s